Hati-hati Penipuan Gaya Baru

Hati-hati Pemasang Iklan

Hari Selasa tanggal 2 Agustus 2011 HAMPIR saja saya menjadi KORBAN PENIPUAN. Ceritanya begini,…….
Hari Senin Tanggal 1 Agustus 2011 saya pasang iklan di Web www.propertiindonesiaku.com, dengan maksud menjual tanah di Surabaya dengan luas 400 M2, tepatnya di Jalan Medokan Ayu No D 143 Rungkut Surabaya, harga murah ….hehehehe promosi.
Tak saya duga keesokannya, hari Selasa jam 8.44 ‘ pagi saya menerima SMS dari seorang ibu mengaku bernama Ibu Johar, mengatakan: “Telah Survey Tanah saya dan cocok untuk Investasi”, untuk negosiasi harga silahkan hubungi suami saya “Djoko Waluyo” dengan Nomor HP 0812 8616 4377.
Kemudian sekitar jam 9 pagi saya menelpon Djoko Waluyo dan di terima (seolah-olah sedang sibuk meeting), dan mengatakan silahkan sms nomor HP Simpati, beliau yang akan menghubungi saya. Benar satu jam kemudian beliau menghubungi saya dan beliau menanyakan Berapa Harga Tanah mau saya lepas, lalu saya katakan saya buka harga Rp 320 juta atau per M2nya Rp 800 ribu, Bapak mau Menawar Berapa? Lalu Beliau Menawar Rp 300 juta dan sebelumnya saya katakan di lokasi yang sama harga tanah masih Petok D sudah Rp 750 ribu per M2. Kemudian Deal harga Rp 300 juta nett ( Biaya-2 di tanggung pembeli). Selanjutnya beliau akan membayar Uang Muka sebagai tanda jadi sebesar Rp 20 juta sedangkan sisanya Rp 280 juta akan di lunasi setelah lebaran.
Sekitar jam 15.30 Djoko Waluyo telepon saya mengkhabarkan sudah transfer uang Rp 20 juta melaui SMS banking (oiya,…. sebelumnya beliau minta nomor rekening saya), dan minta saya mengecek apakah uang sudah masuk, saya jawab segera saya cek, dan dia bertanya mau cek melalui apa, saya jawab melalui BCA Online.
Setelah saya cek ternyata uang belum masuk, dan saya telepon beliau, lalu beliau mengatakan akan membuat laporan komplain ke BCA. Untuk meyakinkan BCA beliau menanyakan Saldo Rekening saya, nah…… disinilah dengan berat hati saya menyebutkan angka (dalam hati ada keraguan), dan spontan Djoko Waluyo minta maaf dan mengulangi lagi untuk mengetahui apakah saldo saya sudah bertambah.
Setelah menutup telepon segera saya menghubungi Halo BCA dan menanyakan kepada petugas apakah ada resiko nomor rekening dan Saldo di ketahui orang lain, dan di jawab aman tidak ada resiko, namun petugas bertanya apakah saya di minta pergi ke ATM, saya jawab TIDAK.
Titik Kritis……….
Sekitar jam 16.30 Djoko Waluyo telepon saya lagi mengatakan telah menghubuni BCA dan menginformasikan, bahwa uang Rp 20 juta yang di transfer sudah di terima BCA namun belum masuk ke Rekening saya, karena BCA sedang ada gangguan system dan beliau minta saya mengecek saldo ke ATM (sebelumnya menanyakan berapa lama dia menunggu, saya katakan hanya sekitar 10 menit). Pada saat itu saya betul-betul seperti terhipnotis, lupa pesan petugas BCA tadi yang mengatakan apakah di suruh ke ATM?.
Djoko Waluyo seperti sudah tidak sabar dan telepon lagi dengan nada kuatir dan kata-katanya benar-benar bersahabat, …………
Akhirnya……… sampai juga saya di ATM BCA, bertepatan saya keluar dari ATM beliau telepon lagi, menanyakan apakah uang saldo sudah bertambah Rp 20 juta, dan saya jawab saldo tepat tidak bertambah, lalu beliau mengatakan mari kita bersama komplain ke BCA dengan menghubungi Halo BCA dan minta saya jangan menutup telepon dulu. Selang berapa detik terdengar dering Halo BCA persis seperti kita menghubungi Halo BCA dan terdengar Djoko Waluyo sedang bercakap-cakap dengan petugas bernama ANDI, Djoko menjelaskan bahwa dia yang complain ke BCA tadi dan mengatakan bahwa barusan di cek ke ATM uang Rp 20 juta masih belum masuk ke rekening saya, lalu Djoko minta sdr Andi bicara langsung dengan saya, dan Sdr Andi mengucapkan Salam, lalu menjelaskan bahwa BCA sedang ada gangguan system dan sekarang offline, pihak BCA bisa membantu dengan manual melalui ATM dan saya di minta mengikuti intruksi beliau, tiba-tiba telepon terputus, tidak berapa lama telepon tersambung kembali,…… nah pada saat itu saya betul – betul sudah terhipnotis dan percaya bahwa sdr Andi betul petugas BCA dari seberang telepon, dan saya seperti kerbau di cucuk hidungnya terus mengikuti instruksi, di mulai saya masuk kembali ke mesin ATM dan mulai menguti perintah-perintahnya, nah….. sampai kepada instruksi tekan TRANSFER, saya tersadar……… saya spontan mengatakan instruksi ini tidak masuk akal,…… dan buru-buru Andi minta supaya saya mengcancel, dan mengulangi instruksinya,…..dan anehnya saya masih mau mengikuti instruksinya, ….. kembali kepada perintah Transfer saya menolak lagi dan dengan cepat dia mengatakan Cancel.
Akhirnya saya keluar dari mesin ATM dan di seberang sana Andi masih terus bicara, dan setelah saya katakan Ini ada Security BCA silahkan bicara, tiba-tiba telepon terputus. Tidak berapa lama kemudian Djoko Waluyo (oiya, saya hampir lupa…. Dengan slanknya saya menduga Djoko seorang Tionghoa dan setiap telepon tidak lupa mengucapkan Assalualaikum) kembali menghubungi saya, dan saya katakan saya sudah di jalan menuju rumah, beliau kembali meminta saya mampir ke ATM, dan saya tanyakan kenapa harus buru-buru Pak, kita tunggu saja, dan dia mengatakan Uang saya berkurang, kuatir terjadi apa-apa, ingin mengetahui segera. Sayapun menjanjikan akan menghubungi Djoko setelah ketemu ATM BCA dan sebelum saya meninggalkan ATM, security bercerita tadi siang baru saja ada korban laki-laki dan uang hampir Rp 15 juta amblas.
Setiba di rumah,….. sudah adzan magrib saya buka puasa dengan keluarga, kembali Djoko W telepon, dan saya katakan tunggu saya buka puasa dan shalat magrib saya akan ke ATM, kebetulan dekat rumah saya katakan begitu.
Setelah selesai berbuka puasa Djoko saya miscall, kemudian dia menghubungi saya dan langsung terdengar nada Halo BCA, ….. saya kembali di hubungkan dengan Sdr Andi,…. (dialog ini saya rekam, pembaca dapat mendengarkannya), seperti tadi Andi kembali memberikan instruksinya, saya mengikuti semua perintahnya, rupanya dia sudah merasakan saya tidak berada di depan ATM, dan dia minta supaya saya menyebutkan apa yang di depan layar,….. sewaktu perintah transfer dan saya katakan oke kemudian dia menyebutkan angka ( ini adalah nomor rekening) dia minta saya membaca di layar,…. Sayangnya saya tidak mencatat angka tersebut…
Akhirnya telepon saya putus, setelah mengatakan “Horeee…..saya tidak Berhasil di Tipu),
Semoga kisah ini bermanfaat bagi para pembaca.
Salam Ikhlas.

Posted in SELINGAN | Tagged , | 2 Comments

Cara Cari Dolar (Belajar) Yang Benar di Asian Brain

Cara Cari Dolar (Belajar) Yang Benar di Asian Brain

Setelah delapan bulan Belajar di Asian Brain, barulah saya menyadari kekeliruan dalam belajar. Melalui tulisan ini kepada calon member Abers, apa yang saya alami ini mudah-mudahan tidak terulang. Semoga!

Pesan Ibu guru selalu, sebelum melangkah ke materi berikutnya, PR yang di berikan harus di kerjakan terlebih dahulu, dan beliau mengistilahkan dengan 5 P dan 5 F. Apakah calon Abers sudah mengetahuinya..? Baiklah akan saya beritahu, 5 P = Praktek, Praktek, Praktek, Praktek, dan Praktek. Sedangkan 5 F adalah Fokus, Fokus, Fokus, Fokus, dan Fokus. Nah ini yang terpenting Pesan Bu Guru, Jika ingin sukses Belajar Bisnis online di Asian Brain:

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , | 4 Comments